Proyek seni Merangkai Memori adalah mencoba menjalin “bentuk komunikasi” yang menawarkan “pengalaman” bertutur dengan membuat karya bersama audiens—partisipan untuk ditayangkan di kanal media sosial serta melakukan tindakan percobaan bersama dalam merespon ruang virtual sebagai sebuah “perjumpaan fisik” yang ditata dan diimajinasikan bersama. Berangkat dari karya foto seri tentang pangan di kala pandemi, yang sumber ceritanya dikumpulkan dari berbagai narasumber di berbagai daerah —dari pertanyaan; makanan apa yang paling sering dikonsumsi saat pandemi? Ada pola konsumsi yang berubah tidak dari sebelum dan ketika pandemi terjadi? —melalui “Merangkai Memori” ini Seniman ingin mengeksplorasi bagaimana apresiator karya—partisipan “bertemu” langsung dan menceritakan memori pandemi yang dialaminya melalui ruang virtual sehari-hari kini. Sebagai bentuk pertukaran cerita, partisipan mendapatkan karya dan buah tangan dari Seniman dan kolaborator proyek Merangkai Memori dalam bentuk hampers yang dikirimkan ke rumahnya. Merangkai Memori berupa fragmen-fragmen yang direkam menggunakan aplikasi Zoom.
Tim produksi & kolaborator:
Ilustrator: Annisa Rizkiana Rahmasari
Kontributor video pantai: Aditya Susanto
Video editor: Rifqi Mansur Maya
Suplier pangan lokal: Nurcholis
Kru teknis: Galang Ramadhan Putra
Partisipan:
Dafrosa Gita
Indah Darmastuti
Nurvita Wijayanti
Nur “Wucha” Wulandari
Rena Asyari
Sekar Sari
Profil Seniman
Hindra adalah salah satu pendiri BIOSCIL (Bioskop Kecil), inisiatif yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan melalui seni khususnya film. Fokusnya memberikan akses pada penonton anak-anak untuk menonton film pendek anak yang sesuai usianya melalui pemutaran keliling di sekolah dan komunitas belajar masyarakat. Ia pernah berproses bersama Teater Garasi, Yogyakarta. Sendirinya pernah menciptakan karya teater “Koteklema dan Ksatria Laut Lamelera” (JABN, 2013). Ia tertarik pada berbagai medium kesenian yang dapat diolah sebagai praktik story telling. Hindra juga mulai menekuni film dan fotografi sejak beberapa tahun terakhir.
Film pendek pertamanya Rumah Bitha rilis pada Maret 2020. Saat ini sedang menyelesaikan proyek personal fotografi yang mengangkat isu pangan di masa pandemi, sebagian foto-fotonya sudah dipublikasikan dalam zine online oleh Sokong Publish dalam edisi KARANTINA dan dialihwahanakan dalam program Dialog Lensa edisi kedua di kanal Padepokan Seni Bagong Kussudiardja.