Nandur Ora Tukul
Seniman Kolektif : Brebes Artdictive
Pada pameran Asana Bina Seni, Brebes Artdictive akan menghadirkan karya instalasi dan merespons ruang publik di sekitar daerah Purwomartani, Kalasan, Sleman, DIY. Brebes Artdictive hendak menampilkan karya dengan mengangkat wacana perubahan kultur masyarakat agraris khususnya pada wilayah Brebes yang berpengaruh pada perubahan ekosistem dan hilangnya jati diri sebuah daerah. Alih fungsi lahan pertanian berubah menjadi lahan perumahan dan lahan industri, menjadikan lahan pertanian mulai berkurang. Pameran tersebut akan dipamerkan berkolaborasi dengan ruang seni NW Artspace selama bulan Agustus-September 2023.
Profil Seniman Kolektif : Brebes Artdictive
Brebes Artdictive adalah kelompok seni yang berasal dari Brebes, Jawa Tengah. Terbentuk pada 23 Februari 2022, yang berawal dari kegiatan mendadak jamming mural & graffiti. Sekumpulan anak muda yang memiliki kegemaran yang sama, setiap kali ngobrol bersama dengan “haha-hihinya”. Mereka juga memiliki kesenangan yang sama dengan hal seni rupa meski sebagian besarnya tidak berlatar belakang pendidikan seni rupa. Namun demikian mereka mengamati dan memperhati perkembangan seni rupa di Indonesia maupun seni rupa dunia lewat internet. Berkumpulnya mereka bertujuan supaya tidak merasa sendirian dalam berkesenian. Untuk mempertegas eksistensinya, mereka sepakat menamakan kumpulan/komunitasnya dengan nama ARTDICTIVE. Dan karena mereka bangga dengan domisilinya, kemudian menambahkan nama Kota Kabupaten Brebes, jadilah “BREBES ARTDICTIVE”. Brebes adalah sebuah Kota Kabupaten yang masih kental dengan nuansa agraris, terkenal dengan bawang dan telur asin.
Kelompok yang digagas 10 orang pada awal terbentuknya ini kemudian bertambah menjadi 44 orang yang tercatat hingga saat ini. Kegiatan yang bermula dari sekedar melakukan mural bersama, kemudian berkembang dan aktif mengadakan beberapa kegiatan seperti workshop, diskusi, pemutaran film dan pameran kelompok.
Manusia Indonesia ada yang merasa malu menyebut nama daerah asal atau daerah kelahirannya, tetapi sebagian besar malah bangga ketika harus menyebutkan nama kota atau daerah kelahirannya sebagai bagian dari penguat indikasi jati diri seseorang. Ada kemungkinan bahwa “BREBES ARTDICTIVE” dengan sengaja sedang menunjukkan bahwa di Brebes sedang terjadi pergerakan seni rupa yang berpotensi meramaikan jagad kesenian rupa di Indonesia.
Kelahiran “Seni Rupa Daerah” biasanya muncul karena sifat dan sikap silaturahmi, pertautan batin dan pertemanan. Demikian yang terjadi pada “BREBES ARTDICTIVE” dan semuanya dibungkus dalam keistimewaan “Tiap perupa Brebes dan berhak atas individualitasnya”. Jadi, biarpun bernaung di bawah satu atap, keragaman isi dan gaya atau style tetap terwujud, namun jangan sampai terjebak oleh Primordialisme.
“ARTDICTIVE” merupakan sebuah kata plesetan dari kata “ADDICTIVE” yang mengandung arti ketagihan, dalam bahasa Indonesia adiksi berarti ketergantungan secara fisik dan mental terhadap sesuatu zat atau lebih sering disebut kecanduan. Dua diksi atau kata yang disandingkan atau disatukan menjadi “ARTDICTIVE”. Masing-masing dari kata Art yang artinya seni atau kesenian, terkhusus seni rupa dan kata Dictive asal kata Addictive atau Addicted mengandung arti kecanduan atau ketagihan. Dengan demikian kelompok perupa Brebes berharap anggotanya akan kecanduan atau ketagihan dalam berkesenian khususnya seni rupa. Candu yang dimaksud memuat nilai positif, yang berakibat rasa suka dan didorong oleh keinginan atau kegemaran terhadap seni rupa.
Proses kreatif seorang seniman atau perupa biasanya diawali dari sebuah kegelisahan dan kegelisahan itu menyakitkan. Untuk mengobati kesakitannya, seorang seniman harus melepaskan kegelisahannya dan mengekspresikannya dalam bentuk karya seni, dengan demikian kegelisahan akan terobati. Lalu beranikah kita katakan “Seni atau Seni Rupa adalah candu”.