sajjāda
Seniman : Zuraisa
50 cm x 100 cm x 2 cm
Instalasi keramik, Video Art
2023
Kurator: Dayna Fitria
sajjāda
Dalam karya sajjāda seniman mengangkat isu gender sebagai performans ruang biner yang secara kultural memberikan keterbatasan. Seniman merenungkan peran agama, politik kebudayaan, dan arus utama pendidikan dalam membentuk budaya dan mempengaruhi ruang gerak perempuan. Dalam konteks keagamaan Islam, agama menjadi institusi besar yang melingkupi berbagai aspek kehidupan dan menetapkan norma serta laku hidup bagi pengikutnya. Melalui pengalaman pribadinya di pesantren dan studi Islam di Berlin, seniman menyadari adanya keterbatasan ruang gerak yang diterima sebagai perempuan yang tumbuh dalam nilai-nilai keislaman.
Dalam karya ini, seniman memilih media keramik ubin sebagai bentuk artistik yang sering digunakan dalam dekorasi agama Islam. Dengan ubin sebagai metafora, seniman membaca ulang memori pribadinya mengenai posisi perempuan dalam Islam. Seniman mengeksplorasi keterbatasan gerak dan pengkotakan nilai-nilai kehidupan dengan menggambarkan ubin-ubin pada bangunan-bangunan Islam di Indonesia, termasuk bangunan masjid tempat seniman bersekolah pada masa remaja.
Posisi tawar perempuan dalam agama Islam yang kecil tercermin dalam instalasi ini. Ubin-ubin yang keras secara materi, berbentuk kotak, dan dibatasi oleh nat menjadi simbol dari keterbatasan ruang gerak yang dialami perempuan. Karya menggunakan berbagai medium seperti tanah, pewarna keramik. Ubin-ubin yang menyerupai sajadah diletakkan di atas pustek.
Karya ini berupa instalasi ubin berukuran 50cm x 100cm yang diwujudkan dalam ruang pameran. Melalui kombinasi bahan-bahan yang dipilih dengan sengaja, seniman menciptakan pengalaman visual dan ruang yang memungkinkan pengunjung untuk merasakan dan memahami keterbatasan ruang gerak yang dialami perempuan dalam konteks agama.
Dengan sajjāda seniman mengajak pengunjung untuk merenungkan isu-isu yang kompleks dan sensitif seputar keterlibatan perempuan dalam agama dan budaya. Karya ini mengundang diskusi tentang gender, ruang, dan batasan yang mempengaruhi pengalaman perempuan dalam masyarakat. Seniman mengajak pengunjung untuk menjelajahi dan memahami setiap elemen karya ini dengan cermat. Dalam pengalaman melihat, merasakan,dan merenungkan karya ini, diharapkan seniman dapat mendapatkan wawasan baru dan memperluas pemahaman tentang isu-isu yang diangkat oleh seniman.
Profil Seniman : Zuraisa
Zuraisa adalah seniman rupa kelahiran Bandung, 1995. Dia merupakan mahasiswi seni rupa di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Selain menjalani kesibukannya sebagai seniman dan mahasiswi, Zuraisa aktif mengikuti kelas kajian gender dan kajian budaya, seperti kelas daring maupun luring yang diadakan RUAS Indonesia dan Sekolah Salah Didik program dari KUNCI Study Forum and Collective. Dia juga pernah aktif sebagai relawan di Dapur Buruh Gendong selama pandemi covid-19. Zuraisa dapat dihubungi melalui alamat surel di [email protected]